Aku Blogger

Bertepatan dengan Hari Blogger Nasional, akan sangat menyenangkan jika aku membagikan ceritaku bagaimana bisa menjadi blogger hingga sekarang.

Semua berawal dari penjaga warnet…

Tahun 2007, sebagai seorang pelajar yang tak punya banyak uang jajan, maka mencari kerja sambilan adalah solusi terbaik.

Saat itu, menjadi penjaga warnet adalah pilihan masuk akal. Selain karena aku suka dengan dunia teknologi, lowongan kerja sebagai penjaga warnet begitu menjamur di kota Jogja.

Sebagai orang yang akhirnya bisa mendapatkan akses internet hampir setiap hari, maka sebuah keniscayaan jika aku akhirnya berkenalan dengan blog.

Mereka adalah early adopter

Selalu ada guru dalam setiap kehidupan, begitu juga saat faseku mengenal blog. Ada beberapa orang yang memberi andil dalam fase-ku sebagai blogger.

Si Jeruk

Adalah Si Jeruk atau di kehidupan aslinya bernama Muhammad Hamid (alm). Orang ini yang memperkenalkanku pada platform Multiply dan Blogspot serta memperkenalkanku pada riuhnya komunitas online saat itu.

Tak hanya berkawan di dunia online, kami sering janjian warnetan bareng untuk sekedar ndobos di warnet yang saat ini menjadi favorit bagi netizen Jogja bagian selatan, Intersat.

Thomas Arie

Gairah ngeblog-ku semakin menggebu ketika bertemu dengan Thomas Arie. Kang Thomas ini menginspirasiku untuk selalu membuat konten yang informatif dan baik.

Sebelum datang saat beliau menjadi sibuk seperti sekarang, kami sempat beberapa kali ngobrol dan membuat Klub Omong Kosong. Sebuah klub yang memiliki agenda membicarakan masa depan yang nyaris menjadi mustahil saat itu.

Ajaibnya, apa yang pernah dikatakan oleh Kang Thomas ini beberapa diantaranya menjadi kenyataan, dan beberapa diantaranya dilakukan oleh beliau sendiri.

Jauhari

Aku kenal dengan beliau ini sejak beralih platform dari Blogspot ke WordPress. Nama Nurudin Jauhari sangat melegenda sebagai pembuat WordPress themes, bahkan Mashable-pun pernah memakai salah satu theme buatan beliau.

Nurudin Jauhari, atau aku lebih sering memanggilnya pakdhw (baca: pakdhe), adalah orang Ponjong, Gunungkidul (aku pikir dulu orang India). Saat pertama mencoba menggunakan WordPress (self-hosted), themes beliaulah yang sering aku gunakan.

Saat ini, aku masih sering bertemu dengan beliau paling tidak satu minggu sekali. Sayangnya, pakdhw sudah kepenaque dan tidak membuat WordPress themes lagi.

Isnaini

Jika pakdhw adalah pembuat WordPress themes, maka Isnaini adalah pembuat themes Blogspot. Dari beliau, aku mengenal AdSense dan Gelatik Selam. Aku belajar dasar monetasi dari blog-nya yang sekarang sudah berganti topik menjadi budidaya bonsai.

Sempat menjaid tetangga di Salakan, namun secara personal, aku belum pernah ngobrol atau bertukar pikiran mengenai duni ainternet dan blogging. Karena waktu itu, mas Isnaini selalu mengatakan “sebelum dapat 1000 posting, jangan belajar ke saya“. Sebuah penolakan halus yang sangat powerfull.

Aku adalah blogger..

Entah kenapa, aku lebih nyaman menyandang predikat sebagai blogger, meski aku pernah menjadi founder startup, karyawan, nyambi mainan proyek digital atau pelaku internet marketing, aku selalu memperkenalkan diriku sebagai seorang blogger.

Padahal, dalam kasta di dunia internet (make money online), banyak yang memandang rendah profesi ini.

Menjadi blogger untuk bertahan hidup

Itulah yang aku lakukan sampai saat ini. Jika ada yang bertanya, “ngeblog kok diduitin?” ya karena aku tidak bisa melakukan hal lain. Mungkin jika aku bisa desain web, coding atau menjadi selebriti, bisa saja aku beralih profesi.

Menjadi blogger dan mendapatkan uang dari sana bukanlah hal mudah, tapi juga bisa dilakukan. Mungkin di artikel lain, aku akan menuliskan bagaimana pengalamanku bertahan hidup sebagai seorang blogger.

Tapi jangan harap kalian akan menemukan tips yang bisa membuat seorang blogger bisa hidup mewah, membeli Mustang atau rumah seharga milyaran.

Gambar hanya ilustrasi

Untuk bisa mendapatkan hidup mewah dari internet, mungkin kalian bisa merujuk ke web para internet marketer.

Hidup-ku biasa saja, dan aku bukan mastah.

Tapi buat kalian yang tertarik untuk bisa mencari uang tambahan dari ngeblog, bisa subscribe blog-ku untuk mendapatkan update terkini jikalau blog ini ada artikel baru.

Menjadi Blogger itu menyenangkan (sejauh ini)…

Sampai detik ini, menjadi Blogger sangat menyenangkan. Aku bisa bertemu dengan orang-orang baru dan menjalim network baru untuk mengembangkan bisnis.

Menyenangkan ketika bisa diundang oleh beberapa perusahaan untuk menghadiri event mereka, mendapatkan kiriman gadget untuk di review dan bonus ketika bisa menjalin kemitraan dengan beberapa pihak.

Menjadi Blogger masih relevan

Jika merujuk pernyataan dari kang Thomas saat diwawancarai oleh Donny Verdian, maka menjadi Blogger masih relevan hingga saat ini dan tahun-tahun mendatang.

“… yang terpenting dari blog adalah semangat untuk memproduksi konten”.

Selama kita terus memproduksi konten, apapun itu medianya, maka semangat ngeblog masih ada dalam diri kita. Begitulah kira-kira inti dari penyataan kang Thomas di atas.

Akhirnya…

Selamat Hari Blogger, dan buat para blogger tanah air, mari kita perbanyak konten postif di internet agar tidak terkena filter Internet Positif.

Jangan juga jadikan blog seperti grup WhatsApp, yang isinya hanya copas dari grup sebelah.

Dan semoga, blog bisa menjadikan media silaturrahmi antara netizen di tanah air.

15 Comments

Tinggalkan Balasan