Fave Hotel Adisucipto Solo: Bukan Untuk Digital Nomad

Beberapa minggu lalu, aku mendapatkan undangan dari seorang kawan untuk menghadiri acara Kopdar Blogger di Rumah Blogger Indonesia yang bertempat di Solo.

Di Solo, aku diberi privilege untuk menginap di Fave Hotel Adisucipto. Dan inilah reviewku menginap selama satu malam di hotel tersebut.

Ruangan

Aku dapat kamar double bed non-smoking, karena memang penyelenggara acara memesan satu kamar untuk dua peserta Kopdar Blogger.

Secara desain interior, tak jauh beda dengan hotel budget sejenis, Fave Hotel Adisucipto ini memberikan desain interior minimalis, tanpa ada almari.

Jadi ya memang sesuai tujuannya, hotel budget memang sejatinya digunakan cuman buat ‘naruh pantat’ saja setelah lelah berjalan-jalan.

Namun buat aku, jalan-jalan dan bekerja tidak bisa dipisahkan, jadi aku juga akan mengulas bagaimana kenyamanan kamar dari Fave Hotel Adisucipto untuk bekerja.

review fave hotel adisucipto solo
meja kecil

Meja yang disediakan cukup kecil, untungnya, aku membawa laptop ZenBook 3 UX390UA ku yang super tipis, jadi aku masih bisa membuka ‘kantor’ ku.

Tapi tetap saja, secara kenyamanan, bekerja di meja kecil yang hanya muat untuk satu laptop saja tidaklah nyaman. Aku memilih untuk beralih ke kasur untu menyelesaikan deadline.

Akses Internet

Nah, ini juga menjadi nilai minus dari Fave Hotel Adisucipto. Kecepatan internetnya lambat, bahkan aku harus menggunakan duet paket data XL dengan ponsel Huawei P10 untuk tethering. Seperti ketika aku harus bekerja di Loko Cafe Lempuyangan.

Untuk ruangan, aku masih bisa memaklumi jika Fave Hotel Adisucipto memang ditujukan hanya untuk beristirahat saja. Namun akses internet tidak boleh ditawar di era sekarang.

Pelanggan akan senang jika bisa mengunggah hasil foto atau video ke media sosial atau melakukan backup ke Google Photo.

Pengalaman

Jika berbicara pengalaman, maka aku akan membaginya menjadi dua sudut pandang. Fave Hotel Adisucipto cukup nyaman untuk dipakai sebagai tempat istirahat yang tidak menguras kantong. Pelayanannya juga ramah.

Namun jika melihat sudut pandang sebagai digital nomad, maka Fave Hotel Adisucipto kurang memberikan fasilitas yang nyaman.

Kalian mungkin bisa saja mencoba bekerja di lobi atau tempat lain di luar kamar. Namun bagiku, bekerja di dalam kamar lebih nyaman dan bisa lebih bebas.

fave hotel adisucipto solo
menu Angkringan

Lain-lain

Menu sarapan yang disediakan cukup banyak pilihan dan menu yang disajikan kebanyakan adalah menu Indonesia. Rasanya cukup enak, kecuali omelette nya.

Sebagai digital nomad, Fave Hotel Adisucipto aku beri skor 6/10.

 

Tinggalkan Balasan