Loko Cafe Lempuyangan: Tetap Nyaman Bekerja Sembari Menunggu Kereta

Saat menggunakan kereta api Pramex sebagai transportasi untuk bepergian ke kota Solo, aku punya satu tempat favorit untuk menunggu kedatangan kereta api sambil menyelesaikan pekerjaan. Tempat itu adalah Loko Cafe.

Ruangan

Loko Cafe yang aku coba ada di stasiun Lempuyangan. Cafe ini memiliki ukuran yang cukup lega untuk ukuran cafe stasiun. Interiornya juga cukup menarik dan instagrammable. Ada pilihan kursi tinggi (bar) yang bisa digunakan jika kalian hanya ingin menghabiskan waktu untuk ngobrol dengan teman.

Aku tidak tahu apakah Loko Cafe menyediakan ruangan untuk perokok atau tidak.

Akses Internet

Ini yang sedikit mengganjal. Loko Cafe di Lempuyangan belum dilengkapi oleh WiFi yang bisa di akses oleh pelanggan. Menurut waitress-nya, Loko Cafe di Lempuyangan belum menyediakan fasilitas tersebut karena setup-nya belum selesai. Jadi aku menggunakan smartphone Huawei P10-ku sebagai modem.

Pengalaman

Saat itu, keadaan Loko Cafe cukup sepi, jadi aku cukup nyaman ketika bekerja di sana. Ukuran kursi dan meja juga sudah cukup nyaman untuk bekerja selama satu jam lebih.

Loko Cafe tidak menyediakan toilet sendiri, jadi saranku, jika ingin berada di cafe ini dalam waktu yang cukup lama, sebaiknya kalian masuk terlebih dulu ke peron dan menuju ke Loko Cafe dari pintu dalam.

review loko cafe

Lain-lain

Loko Cafe menghadirkan menu lokal yang cukup bervariasi dengan harga yang cukup bersaing dengan beberapa tempat makan yang ada di sekitar Stasiun Lempuyangan.

Aku memesan Bakmi Godhog dan teh tawar dengan harga kurang dari 30 ribu rupiah. Soal rasa, aku menilai 7/10.

Secara keseluruhan, Loko Cafe cukup nyaman sebagai tempat untuk menunggu kedatangan kereta api sambil menyelesaikan pekerjaan atau menulis blog.

Loko Cafe aku beri skor 7/10.

PS: Loko Cafe merupakan tempat makan yang dikelola oleh PT Reska Multi Usaha yang merupakan anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia.

Dibalik cerita: Aku tertinggal kereta Pramex beberapa detik, sehingga mengharuskanku untuk menunggu 90 menit untuk kereta berikutnya. 

Tinggalkan Balasan